Minggu, 17 Februari 2013

Perkembangan Islam Pada Abad Pertengahan/Zaman Kemunduran


MATERI PELAJARAN
Perkembangan Islam pada abad pertengahan/ zaman kemunduran         (1250-1800 M)
Puncak kejayaan Abbasiyah, dianggap sebagai puncak peradaban islam. Karena masa abbasiyah muncul sedemikian banyak produk budaya yang menghantarkan umat islam mencapai puncak kejayaan. Akan tetapi, pasca kehancuran abbasiyah, kondisi umat islam mengalami kemunduran dalam banyak hal. Salah satunya adalah kemunduran secara politik.
Sejarah perkembangan Islam pada dasarnya dibagi menjadi tiga periode, yaitu:
1.    Periode Klasik (650-1250 M), merupakan zaman kemajuan. Periode ini dibagi dua fase:
    • Fase ekspansi, integrasi, dan puncak kemajuan (650-1000 M).
    • Fase disintegrasi (1000-1250 M).
2.    Periode Pertengahan (1250-1800 M), terdiri dari dua fase:
    • Fase kemunduran (1250-1500 M).
    • Fase tiga kerajaan besar (1500-1800 M).
3.    Periode Modern (1800-sekarang), merupakan periode kebangkitan umat Islam
Pasca kehancuran abbasiyah muncul beberapa dinasti seperti Usmaniyah di Turki, Safawiyah di Persia, dan Mughal di India, dalam kurun waktu 1500-1800 M. Tiga kerajaan besar ini memiliki kejayaan masing-masing, terutama dalam bentuk literatur dan arsitek. Pada awal kemunculannya, ketiga dinasti ini memainkan peranan yang cukup signifikan dalam meraih kembali kejayaan islam.Tetapi seiring dengan perkembanagan waktu ketiganya mengalami kemunduran dan akhirnya mengalami kehancuran.
Kemajuan umat Islam di masa ini lebih banyak merupakan warisan kemajuan di masa periode klasik.Perhatian pada ilmu pengetahuan masih kurang.Tentu saja bila dibanding kemajuan yang dicapai pada masa Dinasti Abbasiyah, khususnya di bidang ilmu pengetahuan.Namun kemajuan pada masa ini terwujud setelah dunia Islam mengalami kemunduran beberapa abad lamanya.

*            Perkembangan Islam pada abad pertengahan
Perkembangan Islam pada abad pertengahan mengalami dua fase yaitu fase kemunduran dan fase kemajuan (fase tiga kerajaan besar).
1.    Fase kemunduran(1250-1500 M)
Fase ini ditandai dengan kekuasaan islam terpecah – pecah dan menjadi kerajaan yang terpisah  - pisah. Kemunduran islam pada abad pertengahan , pada  umumnya yang menjadi penyebab diantaranya adalah sebagai berikut :
Ø  Tidak menjaga dengan baik wilayah kekuasaan yang luas
Ø  Penduduknya sangat heterogen sehingga mengalami kendala dalam penyatuan
Ø  Para Penguasanya lemah dalam kepemimpinannya
Ø  Krisis ekonomi
Ø  Dekadensi moral yang tidak terkendali
Ø  Apatis dan staknasi dalam dunia Iptek
Ø  Konflik antar kerajaan islam
Terlebih lagi setelah pasukan Mongol yang dipimpin oleh Hulagu Khan berhasil membumi hanguskan Bagdad yang merupakan pusat kebudayaan dan peradaban islam yang kaya dengan imu pengetahuan, hal ini terjadi pada tahun 1258 M. Saat itu kekhalifahannya dipimpin oleh Khalifah Al Mu’tasim, penguasa terakhir Bani Abbas di Bagdad.
Setelah Bagdad di takhlukan Hulagu Khan  yang beragama syamanism tersebut, kekuatan politik islam mengalami kemunduran yang sangat luar biasa.Wilayah kekuasaannya terpecah – pecah dalam beberapa kerajaan kecil yang tidak bisa bersatu, dimana antara kerajaan yang satu dan lainnya saling memerangi. Peninggalan – peninggalan budaya dan peradaban islam hancur di tambah lagi kehancurannya setelah diserang oleh pasukan yang dipimpin oleh Timur Lenk.
2.      Fase Tiga Kerajaan Besar ( 1500 – 1800 M )
A.    Proses berdirinya Kerajaan Islam Turki Usmani
Bangsa turki adalah bangsa pemberani dan mempunyai rasa disiplin yang tebal. Mereka terdiri dari beberapa macam suku bangsa. Ada yang disebut bangsa Turki Saljuk, ada yang disebut Turki Usmani. Turki Saljuk telah berkembang berhasil menguasai Baghdad, sayang akhirnya lenyap dihancurkan oleh pasukan Mongol. Kemudian timbullah Turki Usmani yang berhasil berkembang luas, dan yang sekarang kita sebut bangsa Turki .
Jalan perkembangan bangsa Turki Usmani dapat kita ikuti sebagai berikut:
1.      Kabilah Ughuz
Kabilah itulah yang menurunkan bangsa Turki Usmani. Mereka berasal dari daerah sebelah utara Tiongkok  kemudian pindah ke daerah Turkistan hingga zaman abad ke XIII masehi karena terdesak bangsa Mongol.
2.      Sulaiman
Pada waktu terjadi penyerbuan dari bangsa Mongol yang dipimpin  jenghis Khan ke wilayah Turki Usmani , kemudian mereka pindah ke tempat lain di bawah pimpinan Sulaiman. Tetapi malang nasib pemimpin itu sewaktu menyeberangi sungai Efrat tenggelamlah dia sampai mati. Kemudian pimpinan diganti oleh puteranya yang bernama Erthaghrol (1227- 1279)
3.      Erthaghrol
Dalam pengembangan itu Erthaghrol menjumpai pasukan yang sedang bertempur di dekat Angora yaitu antara pasukan Turki Bani Saljuk melawan pasukan Mongol. Waktu itu Erthaghrol segera menggabungkan diri pada pasukan Bani Saljuk untuk menggempur pasukan Mongol. Berkat pertolongan Erthaghrol itu pasukan Bani Saljuk mendapat kemenangan. Atas jasanya itu Erthagrhrol mendapat hadiah dari Sultan Alaudin sebuah daerah di dekat Broessa. Setelah Erthaghrol mati diganti oleh puteranya yang bernama Usman (1294).
4.      Sultan Alaudin dari Bani Saljuk
Kerajaan Turki Saljuk itu dibawah pimpinan Sultan Alaudin yang berpusat di Timur Tengah dan Anatolia (daerah Republik Turki sekarang). Mereka berhasil menguasai daerah Ahasiyah di bagian Barat. Dia sering juga mengadakan penyerbuan ke daerah Byzantium yang mendapat bantuan dari Usman dan ternyata menang. Oleh sebab itu Usman mendapat anugerah pangkat Amir dari Alaudin.
5.      Penyerbuan Pasukan Mongol
Pada tahun 1300 M Bani Saljuk mendapat serbuan dari pasukan Mongol, pada saat itulah Sultan Alaudin wafat. Kerajaan Turki semakin kacau, terpecah-belah menjadi beberapa Amirat. Sedang Amir Usman sendiri pada daerahnya yang merdeka di daerah Timur Konstantinopel.

B.     Perkembangan Islam Kerajaan Islam Turki Usmani
1.      Usman Pendiri Kesultanan Turki Usmani
a.       Setelah Sultan Alaudin wafat, Usman putera Erthaghrol berhasil mendirikan Kerajaan yang diberi nama “Turki Usmani”.
b.      Kerajan Turki Usmani itu didirikan pada tahun 1290 M  yang menjadi raja pertama ialah Usmani. Daerah hanya sekitar kota Broessa. Pada waktu yang singkat, dia berhasil merebut kota Broessa kemudian dijadikan ibu kotanya ( 1317)
c.       Masa pemerintahan Usman yaitu (1290- 1326 M). Setelah waktu dia diganti dengan puteranya yang yang bernama Urkhan. Beliau menyerbu Byazantium.

Ø  Keadaan Kerajaan Byzantium
Kerajaan Byzantium itu merupakan kerajaan Kristen Ortodok Yunani, berpusat di Konstantinopel yang pengaruhnya dihadapkan dunia Timur Mulai abad ke VII Kerajaan besar itu berangsur-angsur menjadi lemah.
Sebab-sebab kelemahan Byzantium dari luar.
a.       Sejak zaman Kholifah Abu Bakar Ash Shidiq (632 M) wilayah kerajaan Byzantium satu persatu mulai jatuh ke dalam kekuasan Islam. Seperti: Syria, Palestina, Mesir dan lain-lain.
b.      Penaklukan-penaklukan dari kerajaan Turki Saljuk terhadap daerah Byzantium seperti di Asia Kecil.
c.       Serbuan-serbuan dari Kerajaan Turki Usmani yang berhasil menduduki daerah-daerah Byzantium di Balkan.
d.      Perampokan-perampokan dari bangsa Slavia dan Bulgaria terhadap daerah- daerah Byzantium di Balkan.

Ø  Sebab-sebab Keruntuhan Byzantium di Balkan
a.       Kekeruhan dibidang pemerintahan akibat dari adanya korupsi uang suap, fitnah dan penghianatan.
b.      Timbulnya bahaya wabah yang mengancam kehidupan penduduk, karena kurangya perhatian terhadap kesehatan masyarakat.
Sekalipun pada masa itu ada usaha-usaha keinginan menciptakan kesadaran antara kekuasaan kerajaan Orthodox Yunani dengan Kerajaan Romawi Katholik di Roma untuk menghadapi serbuan-serbuan dari luar. Tetapi usaha itu tidak mendapat hasil seperti apa yang diharapkan.

2.         Sultan URKHAN (1326- 1360 M)
1.         Usaha dalam negeri
a.          Membentuk pasukan baru (Yanissaris) yang dibentuk tahun 1330 M dibawah pimpinan Menteri Pertahanan Alaudin. Pasukan tersebut terdiri dari pemuda-pemuda Islam, pemuda Kristen dan pemuda Yahudi yang hidup di dalam asrama dengan pendidikan pokok berjiwa kesatuan kebangsaan Turki Usmani dan berjiwa agama Islam. Dengan kekuatan pasukan Yanissaris yang pilihan itu Urkhan mengadakan penyerbuan-penyerbuan yang selalu mendapatkan kemenangan.
b.         Menyusun undang-undang dasar pemerintahan yang baru.
c.          Mendirikan pabrik mata uang.
2.         Usahanya luar negeri
a.          Melakukan penyerbuan-penyerbuan ke wilayah Byzantium di Asia dan berhasil menduduki kota Necomedia, Nicia dan kota-kota di daerah Asia Kecil.
b.         Menyerbu ke wilayah Byzantium di Eropa yang berhasil menduduki semenanjung Gallepoli (Yunani). Sehingga waktu itu Byzantium tinggal memiliki beberapa kota di pesisir.




3.         Sultan MURAD I (1360- 1389 M)
1.         Usaha dalam negeri
  Mengadakan konsolidasi dan stabilisasi dalam negeri dengan menundukkan daerah-daerah Turki. Saljuk di Asia Kecil di Angora yang kemudian dimasukkan pada daerah Turki Usmani
2.         Usaha luar negeri
a.       Mengadakan penyerbuan ke Eropa yang berhasil menaklukkan daerah Valasche, daerah Rumeliadam kota Adrianopel.
b.      Setelah Murad I menduduki  Adrianopel, kota tersebut dijadikan ibu kota kerajaan Turki Usmani (1336 M). Mulai saat itulah berdirinya kerajaan Islam Turki Usmani di bumi Eropa Timur, dan pada zaman itu berdirilah dua kerajaan besar Islam di Eropa satu di Balkan yang satunya di Spanyol.

Ø  Arti penaklukkan Murad I di Eropa Timur
a.       Merupakan pengepungan total atas kerajaan Byzantium, dan terisolasinya daerah itu dari kerajaan Eropa yang lain.
b.      Suatu ancaman langsung terhadap Eropa yang sangat dikhawatirkan mereka bila kekuasaan Kerajaan Islam Turki Usmani dapat bertemu dengan kekusaan Islam di Eropa berbentuk bulan sabit yang mengancam benua Eropa.

Ø  Akibat perpindahan ibu kota ke Adrianopel
a.       Murad I dengan mudah menaklukkan daerah Eropa Timur (Balkan), yaitu: Kerajaan Servia, Bulgaria dan dapat mengalahkan pasukan Slavia di Kassavo.
b.      Menjadikan timbulnya keinsyafan musuh-musuh Murad I bentuk persatuan Kerajaan-kerajaan di daerah Balkan untuk menghalau musuh Turki Usmani dari bumi Eropa Timur.

4.         SULTAN BAYAZID I (1389-1402)
Murad I wafat disergap seorang pasukan Slavia di Kassavo, kemudian diganti puteranya yang bernama Biyazid I. Dia itu oleh rakyatnya digelari “Yaldrum”: artinya petir, sebab gerak cepat dan tangkas dalam medan perang.
1.         Usaha dalam negeri
Membentuk kader-kader pemuda yang terdidik baik, kemudian diserahi tugas penting dalam bidang militer dan bidang pemerintahan. Biyazid terus meluaskan daerahnya menaklukkan Saloniki dan Semenanjung Morea.
2.         Usaha luar negeri
a.       Biyazid berhasil menaklukkan pasukan gabungan Slavia dan Hongaria dibawah raja Sigismund dalam pertempuran di Nicopolis (1396 M).
b.      Raja Biyazid juga menyiapkan pasukan untuk menggempur kerajaan Servia, Bulgaria dan Rumania, serta menyiapkan pasukan untuk menyerang Byzantium. Tetapi maksud tersebut terhalang oleh datangnya serbuan dari tentara Timur Lenkh di Angora (1402 M). oleh karena itu pasukan Bizayid I diarahkan ke Angora.

Ø  Akibat penyerbuan bangsa mongol (Timur Lenkh)
Dalam usaha menangkis serbuan dari pasukan Timur Lenkh itu Biyazid I menderita kekalahan di Angora, dan dia sendiri tertangkap yang kemudian ditawan dalam kurungan besi. Dan akhirnya setelah selama 8 bulan dalam tawaran itu Biyazid I wafat karena kesal dan sedih hatinya (1402).
Ø  Peristiwa tersebut diatas berakibat
a.       Amir-amir daerah Turki di Asia melepaskan diri dari pusat kerajaan Turki Usmani.
b.      Putera-putera Biyazid I juga saling berebut kekuasan. Keadaan seperti tersebut diatas itu berlarut-larut hingga ± tahun 1403 M. Yaitu setelah Kerajaan di pegang oleh Muhammad ke I ( pengganti Biyazid I )

5.    SULTAN MURAD II (1421- 451 M)
  1. Serbuan dari raja-raja Eropa
a.       Pertempuran di dekat Belgrado (1442 M). Disana pasukan Turki bertempur melawan pasukan gabungan  (Serbia, Bulgaria, Bosnia, Albania, Rumania dan Hungaria ) di bawah pimpinan raja Hunyody dari Hongaria. Dalam pertempuran itu pasukan Turki kalah.
b.      Dalam tahun 1443 M terjadi pertempuran lagi anatara pasukan Turki melawan pasukan gabungan tersebut di tambah pasukan Salib. Kali itu pun pasukan Turki menderita kekalahan lagi.
  1. Perjanjian Szegedin tahun 1444 M ( di Hongaria )
Adanya kekalahan Turki itu terus diadakan perjanjian Szegedin yang isinya :
a.       Serbia mendapat kemerdekaannya kembali.
b.      Rumania bergabung dengan Hongaria.
c.       Peperangan dihentikan selama 10 tahun.
Perjanjian tersebut di tanda tangani dibawah sumpah kitab suci Al quran dan Injil.
  1. Pertempuran berkobar kembali
Setelah perjanjian ditandatangani Murad II merasa sudah aman. Kemudian ia ingin hidup sebagai orang shalih di tempat yang sunyi (ia seorang ahli Tasawuf).
Mulai saat itu kerajaan diserahkan kepada puteranya masih kecil Muhammad II namanya. Dalam keadaan yang demikian pasukan gabungan yang dipimpin oleh Hunyody dahulu itu mengingkari janjinya, sekali lagi mengadakan penyerbuan mendadak ke wilayah Turki sampai pesisir Laut Hitam.
Murad II mendengar tindakan pengkhianatan pejanjian itu kemudian turun dari tempat ketafakuran itu, terus memanggul senjata dengan di kawal 40 ribu pasukan menyerbu Hongaria, dengan mendapat kemenangan yang gemilang.
Hasil dari pembalasan Murad II itu, Servia dan Bosnia kembali menjadi kekuasaan Turki Usmani (1451 M). Mulai saat itu kekuasaan Turki di Balkan tegak kembali.

6.      SULTAN MUHAMMAD II AL- FATIH (1451-1481 M)
Sultan Muhammad II memusatkan usahanya untuk menaklukkan kerajaan Byzantium yang berpusat di Konstantinopel.
Keadaan Konstantinopel
a.       Kota tersebut di sebelah selatan dilindungi laut Marmora dan di sebelah utara dilindungi pelabuahan Tanduk emas. Kecuali itu Konstantinopel diperbentengi pagar yang berlapis-lapis dan berbentengkan parit yang dalam dan lebar.
b.      Setelah tampak jelas akan adanya penyerbuan dari pasukan Turki, Byzantium minta bantuan kepada Paus, tetapi permintaan bantuan itu tidak berhasil.

  1. Penyerbuan Muhammad II ke Byzantium (1453 M)
a.       Dengan kekuatan pasukan 250 ribu orang, pasukan Muhammad II menyerbu Byzantium dari arah barat (Balkan). Sedang di bagian Timur (di Selat Borporus) dijaga armada Turki untuk mengahalangi bantuan yang ditunjukkan pada Konstantinopel.
b.      Konstantinopel dikepung pasukan Turki selama 53 hari, sehingga mereka kehabisan perbekalan perang dalam dalam mempertahankan  serangan dari Turki itu.
c.       Tanggal 28 mei 1453 M pasukan Turki serentak menyerbu ke dalam kota. Kaisar konstantin Palaelogus mempertahankan mati-matian. Namun demikian Byzantium akhirnya kalah dan Kaisar tersebut mati dalam membela negaranya itu sebagai Ksatria.
  1. Tindakan terhadap daerah takluk Byzantium
a.       Setelah Byzantium takluk Sultan Muhammad II menuju Gereja Aya Shafia untuk shalat mengucap syukur kepada Allah atas anugerah-Nya. Yang kemudian gereja tersebut dijadikan Masjid Raya oleh Sultan. Sejak itu Muhammad II bergelar “Muhamad Al Fatih”.
b.      Kota Konstantinopel dijadikan ibu kota Kesultanan Turki Usmani dan diganti nama “Istambul” (=Tahta – Islam).
c.       Memberi kemerdekaan yang seluas-luasnya bagi pemeluk agama Kristen dan para penganut mazhabnya.
  1. Arti jatuhnya Konstantinopel bagi Sejarah Dunia
a.       Konstantinopel jatuh berarti tenggelamnya kerajaan Byzantium (Romawi Timur), lawan terbesar dari kerajaan-kerajaan Islam.
b.      Konstantinopel jatuh berarti hilangnya kekuatan yang membendung Islam untuk meluaskan daerah ke Eropa.
c.       Konstantinopel merupakan pusat ilmu pengetahuan Yunani Kuno Orthodox Yunani. Maka dengan jatuhnya kota tersebut banyak para ahli ilmu pengetahuan Yunani melarikan diri ke Itali hingga menjadi salah satu sebab dari timbulnya Renaissance di Eropa.
d.      Menjadikan pindahnya pusat agama Katolik Yunani ke Moskow. Hal ini pada hakekatnya merupakan pangkal permulaan pemisahan antara Eropa Barat (Room-Katolik) yang hingga sekarang ini menjadi blok Eropa Barat dan blok Eropa Timur yang berlainan (Kapitalisme dan Komunisme).
e.       Konstantinopel yang merupakan pelabuhan transito dalam perdagangan antara Asia – Eropa. Hubungan dagang Asia – Eropa putus, karena Konstantinopel jatuh maka bangsa Barat terpaksa mencari jalan laut ke Asia (oleh Vasco da Gama, Bartolomeus Diaz, Cristop Colombus).
f.       Konstantinopel jatuh berarti membuka jalan bangsa Turki Usmani ke Eropa. Pasukan Turki menyerbu ke Eropa yang kedua kalinya dan mendapat perlawanan yang ulet sekali dari Venesia (pedagang kaya), dan perlawanan dari Hamburg. (a.l. Karel V). Ketika itu  telah merupakan kerajaan dunia yang sangat ditakuti.

BANGUNAN AYA SOFIA
Bangunan kuno peninggalan Kekaisaran Romawi Timur. Bangunan ini dikenal dengan nama Aya Sofia, terletak di tengah-tengah kota Constantinopel semula sebagai bangunan gereja, kemudian menjadi masjid dan terakhir menjadi museum. Constantinopel sebelumnya bernama Byzantium Constantinne Agung (280-337), kaisar Romawi mengganti nama kota itu menjadi Constantinopel, sesuai dengan namanya sendiri. Sekarang ini kota Constantinopel bernama Istanbul, sebuah kota penting di Turki. 
Sebagai gereja umat Kristen Timur Aya Sofia dibangun oleh Constantinus, putra Kaisar Constantine Agung, pada mulanya berupa basilika yang ditahbiskan tahun 360. Pada masa kaisar Justinianus (527-565), Aya Sofia  yang melambangkan kejayaan kekaisaran Romawi Timur diresmikan pada tanggal 7 Mei 558. Pemugaran besar-besaran dikerjakan pada awal abad ke-14.
Ketika Constantinopel jatuh ke tangan tentara Islam di bawah pimpinan Sultan Muhammad II (Muhammad al-Fatih, memerintah tahun 1444-1446 dan 1451-1481) pada tanggal 27 Mei 1453, nama kota itu diganti menjadi Istanbul dan dijadikan ibu kota Daulah Turki Usmani. Begitu Constantinopel dapat direbut dan Gereja Aya Sofia dikuasai, Sultan Muhammad al-Fatih  mengumandangkan takbir dan melakukan sholat.
Sejak saat itu Gereja Aya Sofia dijadikan masjid yang kemudian terkenal dengan nama masjid Aya Sofia.  Setelah hampir lima abad dijadikan masjid, penguasa baru Turki, Mustafa Kemal Ataturk, menjadikan masjid Aya Sofia sebagai museum di bawah pengawasan pemerintah. Bangunan Aya Sofia masih tegak berdiri sampai sekarang.
Keistimewaan bangunan Aya Sofia terletak pada bentuk bangunan kubahnya yang besar dan tinggi, ukuran tengahnya 30 meter, tingginya dari fundamen 54 m, interiornya dihiasi dengan mozaik dan fresco, tiang-tiangnya terbuat dari pualam berwarna-warni dan dindingnya dihiasi dengan berbagi ukiran. (Sumber : Menjelajahi Peradaban Islam oleh Achmadi Wahid, dkk, 2006,  hal 99)

7.      Sultan Sulaiman Al-Qonuni (1520-1566)

Turki mencapai puncak kemegahannya dibawah pemerintah Sultan Sulaiman I (1520-1566). Sulaiman berhasil menundukkan Irak, Belgrado, Pulau Rodhes, Tunis, Budapest, dan Yaman. Dengan demikian, luas wilayah Turki usmani pada masa Sultan Sulaiman al-Qanuni mencakup Asia Kecil, Armenia, Irak, Siria, Hejaz, dan Yaman di Asia; Mesir, Libia, Tunis, dan Aljazair di Afrika; Bulgaria,Yunani, Yugoslavia, Albania, Hongaria,dan Rumania di Eropa.
Untuk mengatur urusan pemerintahan negara, di masa Sultan Sulaiman I disusun sebuah kitab undang-undang(qanun). Kitab tersebut diberi nama Multaqa al-Abhur, yang menjadi pegangan hukum bagi kerajaan Turki Usmani sampai datangnya reformasi pada abad ke-19. Karena jasa Sultan Sulaiman I yang amat berharga ini, di ujung namanya ditambah gelar al-Qanuni.
Pada masa Sulaiman ini di kota-kota besar dan kota-kota lainnya banyak dibangun masjid, sekolah, rumah sakit, gedung, makam, jembatan, saluran air, villa, dan pemandian umum. Disebutkan bahwa buah dari bangunan itu dibangun di bawah koordinator Sinan,seorang arsitek asal Anatolia.
Kerajaan Turki yang megah itu mulai menurun di zaman pemerintahan Sultan Murad III (1574-1595 M). Kemudian Turki mengalami kemunduran  lagi  hingga abad XIX.

C.          Kemajuan – kemajuan yang dicapai Turki Usmani antara lain sebagai berikut :
1.      Bidang kemiliteran dan pemerintahan.
Para pemimpin kerajaan Usmani, pada masa – masa pertama adalah orang – orang yang kuat sehingga kerajaan ini dapat melakukan ekspansi wilayah dengan cepat dan luas, seperti Persia, Syiria, Eropa dan asia kecil.Pada masa itu kekuatan militer kerajaan mulai di organisasi dengan baik dan teratur ketika terjadi kontak senjata dengan eropa.Pasukan tempur yang besar sudah terorganisasi. Sehingga pengorganisasian yang baik , taktik dan strategi tempur militer Usmani berlangsung tanpa halangan berarti.
Organisasi pemerintahan dan kemiliteran banyak diserap dari Bizantium.Untuk pertama kalinya Kerajaan Usmani mulai mengorganisasi taktik, strategitempur dan kekuatan militer dengan baik dan teratur.Sejak kepemimpinan Ertoghulsampai Orkhan adalah masa pembentukan kekuatan militer.Perang dengan Bizantiummerupakan awal didirikannya pusat pendidikan dan pelatihan militer, sehinggaterbentuklah kesatuan militer yang disebut dengan Jenissari atau Inkisyariah.Selain itu kerajaan Usmani membuat struktur pemerintahan dengan kekuasaan tertinggi di tangan Sultan yang dibantu oleh Perdana Menteri yang membawahi Gubernur.
Gubernur mengepalai daerah tingkat I. Di bawahnya terdapat beberapa bupati. Untukmengatur urusan pemerintahan negara, di masa Sultan Sulaiman I dibuatlah UU yang diberi nama Multaqa Al-Abhur, yang menjadi pegangan hukum bagi kerajaan Usmanisampai datangnya reformasi pada abad ke-19. Karena jasanya ini, di ujung namanya ditambah gelar al-Qanuni.

2.      Bidang Ilmu Pengetahuan dan Budaya
Dalam bidang Ilmu PengetahuanTurki Usmanimendirikan madrasah-madrasah yang didalamnya  diajarkan tata bahasa arab(nahwu dan sharaf), ilmu kalam ( Teologi), retorika, Geometri, dan ilmu – ilmu yang lain.
Kebudayaan Turki Usmani merupakan perpaduan bermacam-macam kebudayaan
diantaranya adalah kebudayaan Persia, Bizantium dan Arab. Dari kebudayaan Persia
mereka banyak mengambil ajaran-ajaran tentang etika dan tata krama dalam istana rajaraja.Dan ajarantentang prinsip-prinsip ekonomi, sosial dan kemasyarakatan, keilmuan dan huruf diambildari Arab.

3.      Bidang Keagamaan
Agama dalam tradisi masyarakat Turki mempunyai peranan besar dalam lapangan
sosial dan politik. Masyarakat di golongkan berdasarkan agama, dan kerajaan sendiri
sangat terikat dengan syariat sehingga fatwa ulama menjadi hukum yang berlaku. Oleh
karena itru, ajaran ajaran thorikot berkembang dan juga mengalami kemajuan di Turki
Usmani. Para Mufti menjadi pejabat tertinggi dalam urusan agama dan beliau mempunyai
wewenang dalam memberi fatwa resmi terhadap problem keagamaan yang terjadi dalam
masyarakat.

4.      Bidang seni dan bangunan
Salah seorang penyair diwan yang terkenal adalah Muhammad Esat Efendi yang dikenal dengan Galip Dede (Syah Galib). Adapun dibidang pengembangan seni arsitektur Islam, pengaruh Turki sangat dominan, misalnya bangunan – bangunan masjid yang indah, seperti masjid Al-Muhammadi atau masjid Sultan Muhammad Al-Fatih, masjid Agung Sultan Sulaiman dan masjid Aya Sophia yang berasal dari sebuah gereja.
Pada masa Sultan Sulaiman dikota-kota besar banyak dibangun masjid, rumah sakit, gedung, jembatan, saluran air, villa, dan pemandian umum. Disebutkan bahwa 235 buah dari bangunan itu dibangun dibawah koordinator Sinan, seorang arsitek dari Anatolia.

Kemajuan-kemajuan yang diperoleh kerajaan Turki Usmani tersebut tidak terlepas daripada kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh para penguasanya, antara lain:
1.         Mereka adalah bangsa yang penuh semangat, berjiwa besar dan giat.
2.         Mereka memiliki kekuatan militer yang besar.
3.         Mereka menghuni tempat yang sangat strategis, yaitu Constantinopel yang berada pada tititk temu antara Asia dan Eropa
4.         Keberanian, ketangguhan dan kepandaian taktik yang dilakukan olahpara penguasaTurki Usmani sangatlah baik
5.         Terjalinnya hubungan yang baik dengan rakyat kecil, sehingga hal ini pun juga mendukung dalam memajukan danmempertahankan kerajaan Turki Usmani.

1 komentar: